Ternyata hidup itu emang ga selamanya berjalan seperti yang kita harapkan. Dari pertama kita dilahirkan ke muka bumi, tepatnya saat pertama kali kita keluar dari "tempat tidur" di dalem perut ibu kita, itulah awal mula perjalanan petualangan yang sangat tidak terduga. Kenapa tidak terduga? Toh, kita lahir aja udah bisa diduga kapan dan apa jenis kelaminnya, ya hanya saja kita ga tau bakal dilahirkan dimana. Bisa jadi kita dilahirkan di rumah, di mobil, di rumah sakit, di bidan, di kamar mandi, bahkan mungkin saja di lift dalam mall karena ibu kita lagi belanja dan berburu barang diskonan.
H-i-d-u-p. Seperti lilin yang baru dinyalakan oleh sebatang korek api, hidup itu penuh guncangan dan tiupan cobaan. Hidupnya seorang manusia itu mungkin bisa disamakan seperti saat kita lagi nyetir (mobil/ motor/ sepeda/ bis/ becak/ andong sekalipun), dimana kita itu telah menentukan arah dan tujuan kita mau kemana. Tetapi ketika dalam perjalanan, kita biasanya menemukan hal-hal yang tidak terduga. Entah itu hal yang lucu, nyenengin (kaya misalnya papasan sama Brad Pitt di lampu merah), ngeselin (musti rela berjam2 kejebak macet gara2 ada lomba maraton kura2), dan lain sebagainya atau bahkan lancar-lancar aja selama dalam perjalanan itu. Tapi yang jelas kita udah tau kita itu hendak pergi kemana (kecuali yang lagi ge-je dan niatnya cuma buat ngabisin persediaan minyak bumi aja ya), harus nyampe di tempat tujuan pukul berapa, lewat jalan mana, dan mungkin ada yang sampai niat beli peta DORA karena buta arah. Apabila kita memang benar-benar mempersiapkan segala hal untuk menempuh perjalanan itu, kemungkinan untuk mencapai apa yang kita harapkan itu bisa besar. Lain halnya jika sesuatu hal buruk menimpa kita yang sedang dalam perjalanan.
Menurut saya, begitulah hidup.
Mengalami adanya pertumbuhan, perkembangan, kemajuan, pergeseran, kesakitan&kesulitan, kebahagiaan, keharu-biruan, dan hingga tahap kematian.
Life is incredibly fun yet horriby hard.
Tentu hidup itu adalah sebuah siklus. Siklus yang akan berbeda-beda untuk setiap individu yang ada. Tidak ada seorang pun yang bisa membaca apa yang akan terjadi di depan dan di hari-hari yang akan datang. Yang kita tahu hanya sebatas saat ini (present) dan saat-saat yang telah berlalu (past). Oleh karena itu, waktu yang akan datang akan saat ditentukan oleh saat ini. Bagaimana kita mau melangkah lebih jauh dan seberapa besar kesiapan kita untuk menciptakan langkah yang menuju kepada cahaya harapan.
to be continued....