Rabu, 27 April 2011

I Love Thai-Drama-Movie!

You know what?! Ternyata Thai drama movies are so fvkn awesome! Itu menurut saya loh. Awalnya sih ga sengaja beli DVD "Bangkok Trafic Love Story" yang pemeran utama pria di film itu ajegile gantengnya. Eh kesini-sisni, ditambah saya suka juga sama negaranya, Thailand, saya jadi ketagihan terus deh buat nonton film-film Thai. Tapi genrenya ga lepas dari drama-komedi-dan yang pasti romantis!haha. Ini nih film-film Thai yang menurut saya asik buat ditonton:
1. Bangkok Trafic Love Story
Ini film kocak banget. Dari awal aja udah bikin ngakak. Sebenernya jalan ceritanya sih biasa aja, tapi yang bikin menarik ya alurnya yang banyak ngasih kejutan. Film ini bercerita tentang seorang wanita lajang Thailand yang ditinggal menikah oleh sahabat karibnya. Setelah merayakan pesta pernikahan sang sahabat, wanita ini rupanya mabuk. Dalam perjalanan pulang, mobil yang dikendarainya tidak sengaja menabrak garis batas jalan. Untungnya di tempat itu masih banyak orang dan mereka pun segera memberikan bantuan pada sang wanita.Salah satu dari mereka terdapat lelaki tampan. Akibat kerusakan yang dialami mobilnya cukup parah, dia pun dilarang mengendarai mobilnya kembali oleh sang ayah. Akhirnya, dia terpaksa menggunakan angkutan umum yang bermacam-macam (mulai dari ojek, taxi water, angkot, hingga BTS) untuk mencapai kantornya. Dalam kesehariannya yang monoton, rupanya dia dipertemukan kembali dengan lelaki tampan yang pernah menolong mobilnya di terminal BTS (Bangkok Train Station). Disitulah awal dari petualangan mengejar cinta sang wanita yang penuh dengan kejadian-kejadian tak terduga.

 2. Super Hap atau Super Star
 Film Thai favorit saya yang kedua ini gak kalah kocak. Film yang bercerita tentang dua sahabat yang sangat bertolak belakang mampu meraih popularitas dengan memanfaatkan kelebihan dari masing-masing. Yang satu bertubuh gemuk, hitang, dan pendek, tetapi memiliki suara yang bagus saat bernyanyi. Satunya lagi bertubuh tinggi, tampan dan putih, tetapi memiliki suara yang sangat aneh (kalau kata adik saya, suaranya kaya bebek kejepit pintu, kebayang gak?). Penasaran sama jalan ceritanya? Wajib ditonton deh pokoknya. 
3. Hello Stranger!
Nah, film yang ini berbeda dari yang lain karena setting tempat lebih banyak di Korea Selatan. Dari judulnya udah "Hello Stranger", ceritanya pun tentang dua orang Thailand, cewek-cowok, yang tidak saling kenal, mereka sama-sama lagi travelling ke Korsel. Si cowok lagi dikerjain sama temen-temennya. Barang bawaannya untuk travelling di Korsel dibawa kabur entah kemana. Jadi dia sama sekali ngga bawa pakaian ganti, dll. Untungnya dia ikut paket tour selama di Korea. Berbeda dengan si cewek yang pure pergi sendirian ala backpacker. Mereka pun secara tidak sengaja dipertemukan di Korsel dan hari-hari mereka selama disana sangatlah menyenangkan hingga akhirnya harus dihadapkan dengan kenyataan yang cukup menyedihkan.

4. Crazy Little Thing Called Love
Let's talk about next film. This is CLTCL! And I wanna scream before I share the story, can I?? Lol! Saya pengen treak karena dua pemeran cowok di film ini bener-bener ampun deh, ampun unyiuuuunyaaahh!! (Please welcome, Ladies...Mario Maurer and Nott Archanat!!). Back to the film. Film remaja yang ringan dan lumayan humor ini membuat saya terhipnotis dengan dua sosok sahabat laki-laki (P'Shone dan P'Not) yang menyukai seorang gadis yang sama. Akan tetapi, P'Not lah yang lebih bernyali untuk meyatakan perasaannya. Siapa disangka, gadis lugu itu rupanya sangat tergila-gila dengan P'Shone sejak dia pertama kali masuk sekolah. Cinta yang dipendam selama 3 tahun itu akhirnya menemukan jawaban yang cukup mengejutkan pada akhir cerita.


5. The Little Comedian
Tumbuh di tengah keluarga dan lingkungan pelawak, seorang anak laki-laki yang diharapkan dapat mewarisi bakat lawak sang ayah ternyata sama sekali tidak dapat membuat penonton yang menonton pertunjukkan lawaknya tertawa. Hal tersebut menimbulkan kekecewaan bagi sang ayah. Segala upaya telah sanga anak lakukan agar dapat menghibur para penonton aksi lawaknya, tetapi tetap saja gagal. Sampai pada suatu hari dia bertemu dengan seorang dokter kulit yang sangat cantik. Dokter tersebut telah memberi semangat baru sang bocah laki-laki untuk dapat menjadi pelawak yang sesungguhnya.

6. Best of Times
Baru dua hari yang lalu saya nonton film ini. Filmnya sangat menyentuh dan banyak hikmah yang bisa dipetik. Kekuatan cinta sepasang lansia telah memberi inspirasi pada seorang dokter hewan yang masih muda dan sulit untuk mendapatkan cinta. Cinta pertamanya dari semenjak masih duduk di bangku SMA selalu dia jaga, walaupun wanita yang dicintai adalah mantan istri sahabatnya. Namanya juga mantan, ya berarti udah ga terikat lagi dong. Tapi entah kenapa sang dokter selalu enggan untuk menyatakan cinta, sampai pada akhirnya sang wanita yang memancing keberanian dokter tersebut. Satu kalimat yang saya suka dari film ini adalah:
"Apa yang ingin kita ingat, selalu kita lupakan...Apa yang ingin kita lupa, akan selalu kita ingat"

Enjoy!

My First Backpacker-Trip...

First of all, I wanna say thank you for Gita, Sherly, Indah, and Ovien as my trip-friends and thank you for let me join this first-amazing-abroad-backpacker-trip!haha..

Modal nekat. Modal rasa penasaran sama Thailand. Modal menang arisan. Hmm...modal apa lagi ya?! Ok, forget about 'modal'. It's about my first trip, guys. I went to Thailand last March, it was exactly on March 16th, 2011. Awalnya, cuma denger berita rumpi kalo Gita dkk punya rencana liburan ala backpacker ke negeri gajah putih. Seteleh tanya2 sama yang punya hajat, ternyata kabar itu benar adanya. Waktu itu hati dan otak saya (ini agak lebay, maaf pemirsa) serasa di-gas-pol pengen banget ikut trip bareng Gita and the gank! FYI, saya dan Gita dkk itu temen seperjuangan di kampus, cuma kita jarang maen bareng (maklum saya orangnya suka nimbrung, haha!). Segeralah saya menyertakan diri untuk ikut gabung pergi ke Thailand saat itu juga. Setelah cari2 penerbangan, akhirnya saya dapet penerbangan ke Phuket dengan harga yang cukup jauh berbeda dengan teman-teman saya yang lain. Ya, tepatnya tiket saya dapet yang lebih mahaaall :((, padahal lumayan loh bedanya bisa buat beli tas dan sepasang sepatu Charles and Keith (Loh?!).
Okeeee, setelah nunggu berbulan-bulan, browsing sana-sisni nyari info, dan siapin ini-itu (termasuk nuker duit Baht), akhirnya berangkatlah kita berlima ke kandang gajah! (Tapi selama disana sama sekali ga ketemu tuh sama para gajah). Hari itu hari Rabu pagi. Kami bertiga (saya, Indah, dan Ovien) berangkat dari kota kembang, sisanya langsung ketemu di bandara Soetta. Tepat pukul 17.30 kami pun dibawa terbang oleh si pesawat merah menuju Phuket Island. Then, I said: "Wow, it's trully exciting, I can't wait to meet the paradise!!", gara-gara ngomong gitu, perjalanan selama 3 jam pun ga berasa (norak ya saya? maklum..pengalaman pertama begitu berharga, hehe!)
Then, tibalah kami di Phuket Island. Hmm...aroma pantai udah kerasa dari semenjak turun dari pesawat. Di bandara, banyak orang yang nawarin hotel, travel, paket tour, dan taxi. Tapi hal pertama yang saya lakukan adalah, mecahin duit! Yeay, karna uang Baht saya itu nilai terkecilnya 1000 THB, takut ribet kalo transaksi. Di luar bandara ada loh money changer yang nerima buat mecahin recehan. Oke, kemudian kita nyari taksi buat menuju ke Patong. Patong itu katanya Kutenya Phuket. Jadi diaerah sana, banyak penginapan murah dan deket sama pantai, Patong Beach, dan cukup ramai. Untung Gita udah Book penginapan, jadi kami hanya tinggal duduk manis di dalam taksi. Ternyata yang kita dapet itu bukan taksi, melainkan sejenis mini bus, kaya Cip*g*nti gitu2 deh. Tapi, alamaaaak, ini travel bener2 kueren buanget deh. Yang bikin keren itu sound system dan interior si mini bus. Pokoknya, ga ada deh di Indonesia, hehe.
Setelah satu jam perjalanan dari bandara dan sempet agak2 nyasar dikarenakan penginapan a.k.a guest house kita nyempil, akhirnya tibalah kita di "Sea Blue Guest House" dengan harga 250 THB/night/person. Tapi in the end, kita dapet cash back kok, kehitung murah kan?. Gini nih kira2 penampakan kamar penginapan kita..

Saatnya cari makan dan jalan-jalan malem di Patong. Di tengah jalan, kita booking trip buat tour ke Phi-phi Island besok. Setelah nawar-nawar cantik, dapet deh seharga 1000 THB (kurang lebih 300rb rupiah) dengan menggunakan medium boat buat ke Phi-phi. Katanya itu udah termasuk travel antar-jemput ke penginapan, makan siang di kapal, dan snorkling. Yeay!

Day 2....
Sebelum dijemput travel untuk ke Phi-phi Island, pastinya kita ga lupa buat sarapan. Waktu itu tepat pukul 07.00. Karna belum ada jajanan yang buka, masuklah kita ke 7-11 dan beli sarapan, segelas Mie Tom Yam yang asem gilaaaa. And, berangkat ke Phi-phi Island. FYI, Phi-phi itu tempat yang wajib dikunjungi kalo lagi di Phuket. Gak percaya? ikutin aja terus report dari saya :).
First island yang dukunjungi adalah Kai Island, yang aernya bener2 biru. Blah! Gila, bersih sih sih banget nget nget! Disana kita dikasih waktu 45 menit buat maen aer, foto2 dan snorkling. Eh, si awak kapal sempet bilang gini: "becareful, there are many sharks in this island, they swim arround! they like to attack people, especially beautiful ladies!" Bzzzzz... Gara2 si awak kapal ngemeng begono, urung lah niat saya untuk berenang-renang, padahal itu cuma becandaan si awak, tapi entah kenapa saya jadi ogah renang! Waktu selama 45 menit saya manfaatkan buat narsis. Jeprat-jepret keliling pulau. Saya kasih liat deh sedikit gambaran dari kai Island...


  
Gimana, keren kaaaan?? Masih ada yang jauh lebih keren, yaitu Phi-Phi Island yang waktu tempuh kesana kurang lebih 1 jam dari Kai Island. Dalam perjalanan, kami disuguhi hidangan parasmanan untuk lunch. Lumayan enak loh makanannya, dan yang jelas, Halal. Di atas kapal sambil ditemani tiupan angin yang ajegile kencengnya, kita bersantap siang. Walau agak terganggu dengan keberadaan angin yang sempet bikin makanan yang seharusnya masuk ke mulut malah pada terbang dan hinggap ke muka bule-bule yang duduk tepat di belakang saya, saya sangat menikmati perjalanan cukup panjang nan terik itu. Oh ya, kami sempet ngobrol2 dan berfoto sama sekeluarga dari Swedia. Sang Kakek rupanya sudah kali ke-10 jalan2 ke Phuket ini. Wow! Doyang apa demen, Kek?hehe..
Daaaaan akhirnyaaaa, sampai juga di Phi-Phi Island. Waktunya snorkling. Subhanalloh sekali pulau yang satu ini airnya hijau bening bak jelly-jelly, ikannya pada unyu2, tebingnya...alamaaak deh. Ini pulau yang pernah jadi tempat syutingnya mantan pacar saya, Leonardo Di Caprio. Film yang berjudul 'The Beach' itu ternyata emang bener2 the beach deh! (apasiiiih gue). Nih kalo gak percaya, saya kasih liat penampakan dari Koh Phi-Phi:

Sebagian orang pasti udah pada tau dong sama pulau yang satu ini. Dan mata saya pun gak henti-hentinya memandang ke sekeliling pulau. Sehabis kenyang snorkling, lanjut deh perjalanan beberapa belas menit ke pulau lain, namanya masih Phi-Phi Island tapi lebih luas, udah banyak penginapan dan tempat belanja pernak-pernik khas Phuket juga disana. Untuk masuk ke pulau itu, kita kena biaya cuma 20 THB (6rb rupiah). Sayangnya, waktu untuk keliling itu pulau terlalu singkat, 45 menit doang buat ngelilingin pulau yang oke banget. Disana kita sering dikira warga lokal, lho! Atau sering juga dibilang orang Malay, aiiihhh..hehe. Tapi tetep ya, namanya cewek, ga bisa kalo ga mengabadikan every singleplace buat take photo. Jadi lah waktu disana kita banyakin ambil gambar karna ogah belanja (save money buat di Bangkok ceritanya). Kurang lebih begini nih isi pulaunya...
kita berempat di depan pintu masuk.

 Pulaunya lumayan rame sama turis asing

Ini sebagian dari toko yang ada di pulau itu

To be continued...

Selasa, 26 April 2011

I'm a Dreamer....So, What??!

Saya punya mimpi. Semua orang pasti punya mimpi. Lantas, apa yang akan saya perbuat untuk mimpi-mimpi saya?

Hanya diam, dan terus bermimpi? Oooh, tentu tidak! Mimpi itu gratis ya, tetapi untuk mewujudkannya membutuhkan biaya. Biayanya ya ga musti dalam bentuk uang, bisa dengan usaha dan doa. Coba, dalam sehari bisa berapa mimpi yang saya hasilkan??hmm...mungkin lebih dari selusin. But, hey! stop dreamin without doing nothing! Mimpi itu akan sangat indah untuk diwujudkan, terlalu sia-sia kalo hanya disimpan saja. Semua orang sukses, saya yakin, mereka memulainya dengan sebuah mimpi. Mimpi dulu, baru bisa sukses. Kalo ga pernah mimpi, kayanya hidup itu terlalu dibuat pasrah deh. Aish, ga mau deh jadi orang pasrah. Tapi, terkadang ada saja rintangan dan halangan buat mewujudkan mimpi. MALAS! yessssss, that's word sometimes makes me crayzeeeeh!huh.. Susah juga loh buat ngalahin si males, kadang si males itu hebuaat banget bisa nguasain diri saya cuma untuk 'leyeh-leyeh' dan ga produktif! Omagaaaaa, ga mau kan dikuasai si malas. Intinya, jangan ragu-ragu buat wujudin mimpi-mimpi, kalahin si malas, buang jauh-jauh seeeejauh-jauhnya. Haha.